Gaji Papa Berapa? (cerita untuk para orang tua)

•Februari 13, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Gue, dikirimin email ama anak buah gue, dan kayaknya nyindir gue, setelah gw baca dari atas ampe bawah, bener juga email dia, isinya begini nih

Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka
di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya,
Sarah, putra pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu
untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.
“Kok, belum tidur ?” sapa Andrew sambil mencium anaknya.
Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika
ia akan berangkat ke kantor pagi hari.
Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, “Aku
nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?”
“Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?”
“Ah, enggak. Pengen tahu aja” ucap Sarah singkat.
“Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam
dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja.
Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa
dalam satu bulan berapa, hayo ?”
Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar sementara
Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak
menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya. “Kalo
satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam Papa
digaji Rp.
40.000,- dong” katanya.
“Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur” perintah Andrew
Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,
Sarah kembali bertanya, “Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak ?”
“Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam
begini ? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah”.
“Tapi Papa…”
Kesabaran Andrew pun habis. “Papa bilang tidur !” hardiknya mengejutkan
Sarah. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.
Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di
kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati sedang
terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya.
Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata,
“Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang
malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan Rp.
5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih” jawab Andrew
“Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau
sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini”.
“lya, iya, tapi buat apa ?” tanya Andrew lembut.
“Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga
puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga.
Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.
15.000,- tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- maka
setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit tabunganku kurang Rp.
5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa” kata Sarah polos.
Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu
erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan
harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk “membeli” kebahagiaan
anaknya.

Semoga itu jadi bahan interopeksi gue :)

Sepiii …

•Desember 17, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

Perjalanan hidupku nggak tahu lagi…knapa semakin sepi…., tiba-tiba gue jadi inget lagunya the rock, yang judulnya munajat cinta,

G D
Malam ini ku sendiri
Em B
tak ada yang menemani
C G
seperti malam-malam
Am D G
yang sudah-sudah

G D
hati ini selalu sepi
Em B
tak adanya yang menghiasi
C G
seperti cinta ini
Am D G
yang selalu pupus

Reff :
G D
Tuhan kirimkanlah aku
Em B
kekasih yang baik hati
C G
yang cintai aku
Am D G D
apa adanya

G D
Mawar ini semakin layu
Em B
tak ada yg memiliki
C G
seperti aku ini
Am D G
semakin pupus

Back to : Reff 2x

Int : G D Em B C G Am D G

Back to : Reff 2x

Abis gitu kemarin gue jalan muterin Jawa Tengah, entah kenapa gue pengin ….. :p, puber kedua kali yah, atau ada sesuatu yang hilang dalam hidupku, entah ah, gue jadi ingin mendengarkan lagunya peterpan yang judulnya sally sendiri. inget mantan di SBY”……

Lanjutkan membaca ‘Sepiii …’

Happy Birthday My Love

•Desember 4, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

Wishing You A day as special day… and Godbless You always

 

Met Lebaran Everybody

•Oktober 12, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

Enggar dan Keluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428H,  Taqobalallahu Minna Waminkum Washiamana Washiamakum. Mohon Maaf Lahir & Batin atas lisan dan laku yang tidak berkenan.