Tata kelola TI (Pengantar)

Tidak mudah mendapatkan informasi mengenai definisi tata kelola TI. Cukup banyak definisi tata kelola TI dikembangkan. Berikut adalah beberapa definisi tata kelola TI.

IT Governance is the responsibility of the Board of Directors and executive management, it is an integral part of enterprise governance and consist of the leadership and organizational structures and processes that ensure that the organization’s IT sustains and extends the organization’s strategy and objectives. (IT Governance Institute, 2001)

Specifying the decision rights and accountability framework to encourage desirable behaviour in using IT. (Peter Weill & Jeanne W Ross – MIT, 2004)

The system by which the current and future use of ICT is directed and controlled. It involves evaluating and directing the plans for the use of ICT to support the organization and monitoring this use to achieve plans. It includes the strategy and policies for using ICT within an organization. (Australian Standard on Corporate Governance of ICT, 2005)

Walaupun terdapat sedikit perbedaan diantara pengertian diatas tetapi terfokus pada masalah yang sama  yaitu menjamin keberhasilan hubungan antara TI dan strategi organisasi dalam mencapai tujuan organisasi. Manajemen TI merupakan salah satu bagian dalam proses Tata Kelola TI (Van Grembegen, 2002). Terdapat perbedaan antara Manajemen TI dan Tata Kelola TI. Manajemen TI menitik beratkan pada dukungan pada jalannya operasional TI sedangkan Tata Kelola TI terlihat lebih holistik yang mempertemukan dan mentransformasikan kebutuhan TI sekarang dan yang akan datang menyngkut kebutuhan berkembangnya organisasi.

Tata Kelola TI merupakan bagian terintegrasi bagi kesuksesan pengaturan organisasi untuk jaminan efisiensi dan efektivitas perbaikan pengukuran dalam kaitan dengan proses organisasi. Tata kelola TI memungkinkan organisasi untuk memperoleh keunggulan penuh terhadap informasi, keuntungan yang maksimal, modal, peluang dan keunggulan kompetitif dalam bersaing.

Untuk melakukan tata kelola TI, terdapat beberapa Framework yang ada di internasional. Dari penelusuran beberapa framwork yang berhubungan dengan Tata kelola TI adalah sebagai berikut

  • The IT Infrasructure Library (ITIL) yang dikembangkan oleh Office of Government Commerce (OGC) Inggris yang sekarang telah mencapai versi 3
  • Internal Control – Integrated framework dari Commite of Sponsoring Organizations of  Tredaway comision (COSO), Framework ini kefokus pada Enterprose Integrated Framework, yaitu kerangka kerja unuk melakukan kontrol pada risiko yang berhubungan pada penggunaan TI dalam mencapai strategi bisnisnya.
  • ISO/IEC 17799 (The International Organization for Standardization / The International Electronical Commission 17799), lebih fokus terhadap kewenangan akses dan keamanan sistem informasi yang digunakan.
  • Control Objectives for Information and relatid Technology (COBIT) oleh IT Governance Institute (ITGI)
    COBIT dikembangkan dengan memperhatikan dan menggabungkan framework-framework yang ada sebelumnya. Versi terakhir COBIT sendiri telah mencapai versi 4.1

Tata Kelola TI berbasis pada struktur, kultur dan strategi organisasi. dengan mencakup 3 hal utama yaitu: struktur tata kelola (the WHO of IT Governance), proses tata kelola (the HOW of IT Governance), dan pengukuran kinerja tata kelola.

Dengan menggunakan tiga prinsip utama sebuah framework IT Governance (Weill & Ross – CISR MIT), COBIT merupakan framework eksisting yang paling dekat dalam memenuhi prinsip-prinsip utama sebuah IT Governance Framework

Pemerintah Indonesia melalui DetikNas telah memiliki model tata kelola TIK Nasional (IT Governance) yang bertujuan untuk memberikan batasan dan panduan bagi institusi pemerintahan dan entitas pengambil keputusan di dalamnya untuk pengelolaan sumber daya TI sehingga menjadi lebih efektif dan efisien.

Peraturan Menteri Kominfo no NOMOR: 41/ PER/ M.KOMINFO/ 11/ 2007, yang memuat tentang panduan Tata Kelola Teknologi Informasi dan Komunikasi dibuat berdasarkan pada kepentingan penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka pelayanan publik memerlukan good governance yang akan menjamin transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan

Selain itu diperlukan dalam rangka mendukung tujuan penyelenggaraan pemerintahan diperlukan rencana teknologi informasi dan komunikasi yang Iebih harmonis, pengelolaan yang lebih baik, peningkatan efisiensi dan efektivitas belanja teknologi informasi dan komunikasi dan pendekatan yang meningkatkan pencapaian nilai (value) dari implementasi teknologi informasi dan komunikasi nasional.

Latar belakang pembentukan panduan tata kelola TIK Nasional didasarkan pada kenyataan bahwa  :

  • Hampir semua institusi memiliki Rencana TIK, tetapi integrasi dan sinkronisasi di level nasional masih lemah. Karena itu diperlukan perencanaan yang lebih harmonis
  • Perlunya pengelolaan dan  perencanaan belanja TIK yang efisien dan efektif
  • Perlunya peningkatan value dari proses implementasi TIK

Referensi yang dipergunakan dalam menyusun TIK nasional ini adalah :

  • COBIT (Control Objective for Information and Related Technology) yang dikeluarkan oleh ISACA (Information System Audit & Control Association) versi 4.1
  • ITIL (Information Technology Infrastructure Library)
  • ISO 27000 (Information Security Management System)
  • AS 8015-2005 (Australian Standard on Corporate Governance of Information & Communication Technology)
  • Riset CISR MIT (Center for Information System Research – MIT) tentang IT Governance
  • Keppres 20 tahun 2006 tentang Dewan TIK Nasional
  • Keppres 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
  • PP No. 20 tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah
  • PP No. 21 tahun 2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementrian Negara/Lembaga
  • UU No. 32 tentang Pemerintahan Daerah

Panduan tata kelola TIK untuk instansi pemerintah yang dikeluarkan oleh Depkominfo dititik beratkan pada pengelolaan proses-proses TIK melalui mekanisme pengarahan, monitoring dan evaluasi. Pada panduan tata kelola TIK Nasional terdapat 2 bagian yang mendasari tata kelola TIK yaitu, Struktur & Peran Tata Kelola apa saja yang berperan dalam pengelolaan proses-proses TIK dan bagaimana pemetaan perannya dalam pengelolaan proses-proses TIK tersebut. Struktur dan peran tata kelola ini mendasari seluruh proses tata kelola TIK. Sedangkan proses Tata Kelola merupakan proses-proses yang ditujukan untuk memastikan bahwa tujuan-tujuan utama tata kelola dapat tercapai, terkait dengan pencapaian tujuan organisasi, pengelolaan sumber daya, dan manajemen risiko.
Lingkup tata kelola TI menurut panduan tata kelola TIK terdiri dari

Proses Tata Kelola yang tediri dari:

  • Perencanaan Sistem
  • Manajemen Belanja/Investasi
  • Realisasi Sistem
  • Pengoperasian Sistem
  • Pemeliharaan Sistem

Mekanisme Proses Tata Kelola yang terdiri dari:

  • Kebijakan Umum
  • Monitoring Evaluasi

Masing-masing proses dan mekanisme memiliki KPI atau Indikator Keberhasilan sendiri yang dapat dipergunakan sebagai alat ukur dalam mengukur tingkat keberhasilan tata kelola TI dalam sebuah instansi.

~ oleh Enggar Prajanto pada Maret 21, 2010.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.